SMART Market

Inspiring for Smart Investing

Nasionalisme Ekonomi: Jaga Likuiditas Perbankan

Perdana Wahyu Santosa
Admin BEI Club dan Value Investor Forum

Anda merasa mempunyai rasa nasionalisme? Ada yang mengatakan “jangan beli USD”, atau “kendalikan sistem devisa bebas” dsb. Itu saran yang baik dari rakyat Indonesia yang baik pula, atau setidaknya masih memiliki rasa nasionalisme yang sekarang ini sudah menjadi barang langka. Namun sedikit saya tambahkan bahwa menjaga likuiditas perbankan adalah hal yang mutlak kita lakukan juga secara kolektif, caranya sederhana saja, yaitu jangan tarik dana simpanan/deposito anda dari perbankan nasional swasta ataupun BUMN.

Bayangkan saja jika kita semua menarik dana simpanan/deposito secara bersamaan dalam periode yang singkat, maka otomatis perbankan kita akan kesulitan likuiditas yang parah bahkan langsung berdarah-darah dalam sekejap. Penarikan dana dari bank dalam jumlah besar secara bersamaan akan membuat bank tsb kolaps seketika. Nah, apabila perbankan mengalami pendarahan hebat seperti itu maka krisis ekonomi global yang mulai masuk ke Indonesia akan segera bereaksi dgn cepat bagaikan api ketemu bensin. Blaaaar!! Rontoklah semua sendi-sendi perekonomian kita dan segera dimanfaatkan oleh para spekulan valas maupun saham. Apalagi dana/deposito IDR yang kita tarik tsb langsung dikonversikan menjadi USD.

Sedikit memberi saran usang, dianjurkan agar kita semua tetap tenang dan menghindari kepanikan yg tidak perlu sehingga likuiditas perbankan tetap terjaga agar ketahanan ekonomi kita dalam menghadapi krisis lebih mantap dan stabil. Dampak krisis mau tidak mau, suka tidak suka akan mulai terasa pada kuartal 1-2 tahun 2009 yang akan segera kita songsong ini. Selamat menjaga likuiditas perbankan nasional sebagai wujud nasionalisme ekonomi yang paling nyata dan tentu saja para pejabat BI dan Depkeu juga harus terus menjaga ketenangan moneter.

Disamping itu, pemerintah juga telah membentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang berfugsi sebagai institusi penalangan dana/deposito nasabah hingga mencapai Rp. 2 milyar/per account sehingga menciptakan situasi lebih kondusif dan menciptakan rasa aman. Buktinya, jika masalah Bank Century tidak segera diatasi oleh LPS mungkin sudah terjadi rush yang merembet ke seluruh sektor perbankan nasional bahkan asing. Guna menangani krisis likuiditas yang terkait dengan valas dapat diatasi dgn cara kerjasama antara bank nasional sebagai penyedia IDR dengan bank asing sebagai penyedia USD.

Kucuran kredit perbankan dipastikan akan turun secara signifikan karena harus terus mejaga likuiditasnya sehingga pertumbuhan ekonomi juga akan melambat drastis pada 2009. Diprediksi ekonomi Indonesia mungkin hanya mampu tumbuh sekitar 4,5-5,5% saja. Semoga saja pilar perbankan Indoensia dapat bertahan dari terpaan krisis ekonomi dan disertai kesadaran rakyatnya juga.

January 21, 2009 - Posted by | Economic Trends

1 Comment »

  1. Pak, numpang posting ya…

    Buat Trader Forex yg lom pernah withdraw. Mau withdraw? Mau trading dipandu oleh profesional trader? Kami tunggu di http://www.kristinafx.com. Kamu akan tersenyum dengan PIPS yg kamu dapat. Selamat datang…

    Terimakasih
    Spa Trading
    wOY
    tel : 0856 9 111 7422
    email : [email protected]

    Comment by wOY | July 6, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: