SMART Market

Inspiring for Smart Investing

BUMI dan Aksi Negatifnya

Perdana Wahyu Santosa

Pada acara talk show CAPITAL PRICE Senin sore kemarin di PAS FM bersama Prof. Roy Sembel. PhD, dimana kami membahas rubrik Bedah Korporasi yang dimuat di Bisnis Indonesia dengan judul “Mendeteksi Abnormalitas Bursa”. Ternyata banyak pertanyaan seputar “saham sejuta umat” yang sensasional, yaitu BUMI. Namun karena terbatasnya waktu dan agak out of topic dengan materi talk show, maka saya coba menjawab beberapa isu yang berkembang sekitar BUMI melalui facebook.

BUMI yang sudah terpuruk akibat aksi finansial melalui repo sahamnya yang anjlok berat nilainya akibat krisis ekonomi menjadi semakin terpuruk lebih dalam lagi akibat aksi akuisisi beberapa perusahaan tambang yang oleh sebagian analis saham dinilai terlalu mahal (overvalued) dan kurang memiliki prospek yang baik dimasa depan. Bahkan disinyalir, salah satunya merupakan tambang batubara yang sdh kurang aktif lagi. Hampir semua analis men down grade BUMI dan segera melakukan aksi jual dalam jumlah besar.

Menurut detik.com BUMI telah mengumumkan pembelian tiga perusahaan tambang dengan nilai yang tinggi dalam waktu yang berdekatan. Bumi membeli 76,9% saham saham perusahaan PT Fajar Bumi Sakti senilai Rp 2,47 triliun. Bumi juga melakukan pembelian secara tidak langsung saham DEWA sebesar 43,6% senilai Rp 2,4 triliun. Terakhir BUMI melalui anak usahanya PT Bumi Resources Investment membeli 89% saham yang dikeluarkan Pendopo Coal Ltd senilai Rp 1,303 triliun. Pendopo Coal secara tidak langsung memiliki 94,9% saham PT Pendopo Energi Batubara.

Nilai transaksi akuisisi sebesar Rp. 6,18 triliun akan membebani neraca BUMI sehingga dinilai sebagai transaksi yang material oleh para analis dan Bapepam-LK. Namun sebaliknya, manajemen BUMI tidak menganggap nilai sebesar itu material sehingga tidak perlu melaporkan dan mendapat ijin Bapepem ataupun BEI. Akibatnya, timbul beberapa misinterpretasi seputar aksi akusisi tersebut, sehingga Bapepam “terpaksa” menekan BUMI untuk membuktikan secara hukum alasan-alasan akuisisi material tanpa ijin tsb. Bapepam sekaligus BEI merasa dilangkahi dan dilecehkan sebagai regulator dan badan resmi pengawas pasar modal.

Aksi korporasi BUMI tersebut tentu saja mengakibatkan beberapa sekuritas besar menurunkan peringkatnya berikut target price BUMI menjadi underperform. Hal ini, saya nilai sebagai sesuatu yang wajar karena dalam situasi keuangan yang sulit, BUMI tetap memaksakan diri melakukan akusisi yang “kurang bernilai” tanpa restu dari Bapepam. Konsekuensi logisnya BUMI dihujani tekanan jual yang sangat berat sehingga harus autoreject setiap hari hingga level Rp. 520 (13/01/09) yang merupakan harga terendahnya dalam 5 tahun terakhir. Potensi penurunan kemungkinan akan terus berlangsung karena anjloknya harga minyak hingga USD 37 perbarrel yang akan menekan saham berbasis komoditas dan energi.

Menyimak beberapa informasi negatif seputar BUMI, menimbulkan beberapa kejanggalan baru seperti: 1). Mengapa manajemen BUMI melakukan akusisi ditengah sulitnya keuangan korporasi? 2). Mengapa BUMI berani melangkahi Bapepam dan BEI dalam transaksi akusisi yang material tsb? 3). Mengapa BUMI mengakuisisi perusahaan tambang dgn nilai yang terlalu mahal dan kurang baik prospek bisnisnya? 4). Disinyalir banyak kepentingan politik dibalik akusisi kemahalan tsb, lalu apa manfaatnya bagi investor di BEI kecuali kerugian besar akibat anjloknya harga BUMI ke level terendahnya?

Salam Investasi

January 21, 2009 - Posted by | Stocks Analysis

3 Comments »

  1. Stay away from BUMI

    Comment by Wiwie | January 21, 2009 | Reply

  2. Sebaiknya kita wait and see dahulu thd saham penuh racun ini..salam

    Comment by Wiwie | January 21, 2009 | Reply

  3. Setuju BUMI memang saham beracun sekaligus penuh duri…BAHAYA, setuju kang wahyu

    Comment by Yaris | January 21, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: