SMART Market

Inspiring for Smart Investing

WARAN (Option)

Perdana Wahyu Santosa

Waran adalah salah satu instrumen pasar untuk memiliki HAK (rights), tak ada unsur kewajiban, sehingga pemegang waran mempunyai hak untuk memesan suatu efek terlebih dahulu dibandingkan mereka tidak memiliki waran. Waran juga sering disebut anak saham oleh para praktisi pasar modal.

Karakter waran mirip dengan option lainnya dimana ada masa berlaku penebusan (exercise) namun biasanya lebih lama dibanding rights lainnya. Pada umumnya waran dapat ditebus hingga 3 tahun dan lebih dari itu dianggap kehilangan haknya atau hangus. Rights lainnya hanya sekitar 3 bulan saja.

Waran sendiri memiliki masa aktif sejak 1st exercise-nya yang berarti sebelum tanggal penebusannya-nya, waran tidak dapat ditebus. Namun waran bebas diperjual-belikan di pasar layaknya saham sejauh waran tsb mempunyai likuiditas yang baik. Maka harga waran pun dapat berfluktuasi yang pada umunya mengikuti harga saham induknya sebagai underlying asset-nya. Secara teknis kode waran hampir sama dgn kode emiten-nya hanya ditambah huruf -w dibelakangnya. Misalnya waran untuk saham Bakrie Telekomunikasi yang kodenya BTEL maka warannya BTEL-W dst.

Seperti halnya option lainnya, pada saat exercise dapat IN The Money dimana harga waran plus harga penebusan dan administarsinya lebih kecil dari harga sahamnya di pasar, artinya pemegang waran mendapatkan keuntungan karena seluruh biaya waran masih di bawah harga sahamnya. Namun jika situasinya terbalik, maka dinamai OUT of The Money karena biaya waran melebihi harga saham pada saat di exercise sehingga pemegang waran akan mengalami kerugian. Namun, pemegang waran mempunyai hak untuk tidak mengexercise-nya jika dianggap merugikannya.

Dalam prakteknya harga waran dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kinerja keuangan, prospek bisnis kedepan, kualitas manajemen, situasi makro ekonomi, stabilitas politik dan persepsi pelaku pasar terhadap emiten waran tsb. Disamping itu, harga waran juga tergantung pada penggunaan dana hasil waran oleh emiten serta harga penebusan (exercise) waran tersebut.

Selama menunggu 1st exercisenya, waran yang diperdagangkan biasanya naik cukup signifikan terkadang melebihi kenaikan sahamnya, namun menjelang tanggal exercisenya sering mengalami penurunan terlebih dahulu. Para traders waran sering memanfaatkan siklus seperti ini untuk mencari keuntungan sesaat sebaliknya para investor jangka panjang tetap hold sampai exersise-nya. Penurunan waran jelang exercise-nya hanyalah bersifat temporary saja karena para traders biasanya melakukan profit taking untuk merealisasikan keuntungannya. Jika kinerja dan prospek bisnis emiten cukup baik dan menjanjikan maka harga saham maupun warannya kembali naik mencari harga wajarnya.

Siklus kembali terulang, dimana waran mendekati masa expired date-nya, maka harganya kembali turun dan berulang seperti masa 1st exercise-nya. Kemudian akan naik lagi jika long term performance emiten menjanjikan prospek bisnis yang baik. Disamping itu, ada juga waran yang gratis diberikan kepada pemegang saham yang biasanya diberikan sebagai “pemikat” saat perusahaan melakukan penawaran perdana kepada pubilik (IPO) atau diberikan cuma-cuma pada saat rights issue.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

January 21, 2009 - Posted by | Capital Market Education

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: