SMART Market

Inspiring for Smart Investing

BUMN Perlu Manfaatkan Banjir Investasi Selama Krisis Eropa dan AS

Monday, September 19, 2011, 18:17
Perusahaan-perusahaan BUMN disarankan untuk memanfaatkan momentum banjir dana (capital inflow) secara optimal. Sebagai dampak krisis Eropa dan AS, perekonomian Indonesia diperkirakan akan dibanjiri investasi, termasuk ke pasar saham.

Perdana Wahyu Santosa

DENGAN menyiapkan 20 hingga 30 BUMN untuk IPO bisa mengurangi bubble effect yang membuat efisiensi PT Bursa Efek Indonesia menjadi turun. Hal ini diungkapkan Ekonom dari Sabang Merauke Circle, Dr. Perdana Wahyu Santosa, dalam acara Halal Bihalal dan Seminar Nasional bertajuk ‘Krisis Keuangan AS dan Eopa serta Dampaknya bagi Perekonomian Indonesia’, di Hotel Le Meridien Jakarta, Senin (19/9/2011).

“Bagaimana caranya (mengurangi bubble effect)? Salah satu cara adalah pemerintah segera menyiapkan 20 hingga 30 BUMN yang memiliki future growth opportunity tinggi untuk go publik atau IPO, terutama di sektor infrastruktur, logistik, keuangan, dan lain-lain,” kata Santosa, dalam paparannya.

Lebih lanjut, Santosa mengatakan, dengan menyiapkan Initial Public Offering (IPO) tersebut, maka diharapkan dana asing terserap secara efisien dan efektif untuk pengembangan bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sekaligus mentransformasikan hot money menjadi warm money. “Maka akan banyak proyek-proyek pemerintah yang dapat dikerjakan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Santosa.

Dikatakan Santosa, sejauh ini apa yang diupayakan Kementerian Negara BUMN dalam pelaksanaan IPO masih sangat rendah. Hal itu bisa dilihat dari hanya satu atau dua BUMN saja yang sekarang ini mampu melakukan IPO.

Ia menjelaskan di saat Eropa dan AS masih terkena krisis, pilihan investasi para investor asing menjadi terbatas. Maka dari itu Indonesia akan dibanjiri dana investasi maupun foreign direct investment (FDI). Arus dana akan terus mengalir ke Indonesia sepanjang ekonomi AS dan Eropa belum pulih.

“Diprediksi, arus dana akan masuk hingga 2017. Pilihan portofolio akan membuat IHSG kembali menguat dan berpotensi menciptakan risiko penggelembungan nilai aset (bubble). Hal ini disebabkan struktur pasar finansial kita yang kurang baik dan tidak sehat,” terangnya.

Dana asing, tambah Santosa, dikhawatirkan akan masuk hanya pada saham-saham atau aset tertentu saja yang nilai pasarnya sudah jauh di atas wajar (fundamentalnya). Dan hal ini salah satunya dipengaruhi oleh konsep market microstructure yang kurang optimal dan kualitas pengawasan yang rendah dari Bapepam-LK. “Mengurangi bubble effect yang membuat efisiensi BEI turun perlu diperhatikan,” tukasnya.

■ Indra Maliara
http://monitorindonesia.com/?p=49612

September 20, 2011 - Posted by | Uncategorized | , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: